Sertifikasi Bagi Guru


Sertifikasi bagi guru merupakan bukan hal yang baru lagi, namun dalam hal prosesnya mengalami pembaharuan. Adanya tes kemampuan awal yang dilaksanakan beberapa waktu lalu menjadikan program sertifikasi serasa “dipersulit”. Perasaan merasa “dipersulit” memang tidak dapat dipungkiri karena tes tersebut dianggap memeliki tingakt kesulitan yang cukup tinggi, meskipun pada dasarnya merupakan tes terhadap profesi guru sendiri, baik dalam hal perencanaa, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan belajar mengajar.

Saya jadi inget sebuah iklan, “kalau bisa dipersulit kenapa juga harus dipermudah”. Nah yang menjadi pertanyaan adalah, “perasaan dipersulit” merupakan hal yang relatif, karena ada juga guru-guru yang merasa dengan tes awal ini akan membuktikan keprofesionalan mereka benar-benar kredibel dan dapat dipercaya. Bukankah kalau lulus tes dengan kemampuan sendiri akan lebih membanggakan ?

Saya yakin pemerintah menerapkan hal ini bukan karena berusaha mempersulit, tetapi akan lebih kepada menghormati profesi guru. Perlu diakui, dengan adanya sertifikasi dan tunjangan sertifikasi membuat kehidupan guru menjadi lebih sejahtera dan merasa diperhatikan, meskipun hal ini sering kali membuat iri kalangan lain. Pertanyaan saya, disaat kesejahteraan guru sangat bersahaja dimasa lalu, selalu muncul komentar ” yang penting ikhlas bapak/ibu guru, amal akan dicatat dihari akhir, yang sabar saja”. Dimasa itu orang melihat profesi guru sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan dari segi kesejahteraan. Akan tetapi saat sini, banyak yang bernada sinis dalam melihat kesejahteraan guru yang lebih baik, seperti ” wah enak ya, sudah ada gaji ditambah tunjangan pula, belum lagi kalau anak sekolah libur, eh ikut libur, makan gaji buta tuh”. Masya Allah…….saya sampai mengelus dada, meskipun saya belum termasuk yang menikmati program sertifikasi, tetapi ingat, kita bisa seperti sekarang ini (minimal membaca, berbahasa, menghitung, dan ilmu lainnya) siapa yang ikut andil didalammnya?. Harusnya kata-kata ingin dilihat peran seperti ini tidak terucap atau terpikirkan oleh seorang pengajar. Semoga seluruh pendidik alias guru mendapatkan yang terbaik dari Yang Maha Kuasa. Amien

Saya jadi ingat dengan guru saya….semoga semua amal beliau diterima Allah dan diampuni semua salah, khilaf dan dosanya. Amien. Terima kasih Bapak/Ibu guru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s