Analisa Potensi dan Permasalahan Pendidikan Di SMP Negeri 2 Purbalingga (ditinjau dari Sudut Pandang Sekolah, Lingkungan, dan Orang Tua)


Analisa Potensi dan Permasalahan Pendidikan

Di SMP Negeri 2 Purbalingga

(ditinjau dari Sudut Pandang Sekolah, Lingkungan, dan Orang Tua)

Oleh: Dwi Hatmoko

Gambaram Umum

SMP Negeri 2 Purbalingga resmi berdiri pada tanggal 24 Agustus 1964. Diawal berdirinya sekolah tersebut bernama SMP Negeri Purbalingga yang merupakan SMP negeri yang pertama di Purbalingga. Penetapan tanggal 24 Agustus 1964 diambil pada saat SMP Negeri Purbalingga dipecah menjadi dua, yaitu SMP Negeri 1 Purbalingga dan SMP Negeri 2 Purbalingga. SMP Negeri 1 Purbalingga menempati gedung bekas HIS, sedang SMP Negeri 2 Purbalingga menempati gedung lama. Oleh karena itu sekolah yang beralamat di Jalan Letkol Isdiman nomor 194 Purbalingga tersebut merupakan SMP negeri yang pertama berdiri bersama dengan SMP Negeri 1 Purbalingga. Tanggal tersebut adalah tanggal pemecahan SMP Negeri 2 Purbalingga.

Pada perkembangannya, SMP Negeri 2 Purbalingga yang memiliki visi Unggul Dalam Prestasi, Santun Dalam Perilaku Berdasarkan Iman Dan Takwa, mengadakan kelas jauh yaitu di Desa Bojong dan di Desa Wirasaba. Akan tetapi kelas jauh tersebut di tahun 1990an dihapuskan dan gedung yang digunakan dipakai oleh SD Negeri 2 Bojong dan Rupbasan Purbalingga. Diambilalihnya gedung SMP Negeri 2 Purbalingga oleh kedua institusi tersebut kemudian diganti dengan penambahan lahan di SMP Negeri 2 Purbalingga yang berada di Jalan Letkol Isdiman 194.

Dimasa sekarang ini di kecamatan kota Purbalingga terdapat 5 (lima) sekolah menengah pertama yang berstatus negeri, dan 3 (tiga) sekolah menengah pertama dan sederajat yang berstatus swasta. Adapun dalam tingkat perstasi bila dipakai standar ukuran akademis, maka SMP Negeri 2 Purbalingga berada di ranking 3 untuk ukuran kota kecamatan Purbalingga. Diawali dari SMP Negeri 1 Purbalingga,  SMP Negeri 3 Purbalingga, dan disusul SMP Negeri 2 Purbalingga. Kondisi demikian tentu akan berakibat pada input pendaftaran siswa.

 Kondisi Sarana dan Prasarana

SMP Negeri 2 Purbalingga memiliki 25 ruang kelas, dengan rincian 24 ruang kelas aktif dan 1 ruang kelas berjalan. Setiap tingkat memiliki 8 (delapan) kelas, dari A sampai H. Setiap kelas dilengkapi dengan whiteboard, bahkan ada beberapa yang dilengkapi dengan televisi dan VCD untuk pembelajaran dikelas. Demi kenyamanan proses pembelajaran, maka disetiap kelas dipasang kipas angin. Sedangkan daya tampung setiap kelas maksimal 36 siswa. Disetiap kelas pula dilengkapi dengan lemari penyimpanan, majalah dinding, dan rak penyimpanan kitab suci.

Prasarana penujang pembelajaran selain ruang kelas adalah Laboratorium IPA, Laboratorium Bahasa, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, ruang ketrampilan, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang OSIS, ruang siar radio siswa Garuda Binangkit FM,  tempat ibadah, ruang UKS, ruang kepala sekolah, ruang TU, kamar mandi guru, kamar mandi siswa putra, dan kamar mandi siswa putri. Kantin dan koperasi siswa. Sarana dan prasarana olah raga diantaranya lapangan basket, lapangan voli, lapangan takraw, loncat jauh.

Laboratorium IPA yang dimiliki sampai saat ini belum memiliki seorang laboran tetap.  Keadaan ini berdampak pada penggunaan Laboratorium IPA yang kurang maksimal. Hal ini berbeda dengan Laboratorium Komputer yang memiliki laboran, meskipun masih dirangkap dengan guru mata pelajaran, dan perpustakaan yang juga memiliki petugas khusus. Perpustakaan memiliki kelengkapan buku siswa, buku pegangan guru, dan buku umum lainnya. Koleksi perpustakaan mencukupi dari segi pelajaran, namun dari segi tempat kurang luas sehingga bila diadakan kelas didalam perpustakaan terasa kurang nyaman. Perpustakaan dalam hal ini juga dipakai sebagai kelas berjalan.

 Kondisi Tenaga Pendidik dan Kependidikan

Tenaga pendidik yang ada berjumlah 38 orang dengan rincian 21 orang guru pria dan 17 orang guru wanita. Sedangkan tenaga kependidikan berjumlah 7 orang pria dan 4 orang wanita. Dilihat dari segi pendidikan, tenaga pendidik yang berijasah D4/S1 berjumlah 37 orang dan yang berijasah D1 hanya ada 1 orang. Tenaga pendidik yang berumur dibawah 40 tahun berjumlah 10 orang. Adapun guru yang sudah bersertifikasi berjumlah 33 orang.

Tenaga pendidik tersebut semuanya memenuhi untuk syarat jam mengajar minimal sertifikasi. Kualifikasi tenaga pendidik juga sudah sesuai dengan kompetensi mata pelajaran yang diampu. Apabila dilihat berdasarkan umur, terlihat bahwa dari 38 orang guru, maka 28 guru berusia diatas 40 tahun, maka diharapkan semangat dan etos kerja serta komitmen yang dimiliki cukup tinggi. Hal tersebut bukan berarti tenaga pendidik yang berusia diatas 40 tahun tidak memiliki semangat tinggi, akan tetapi hal ini hanya berbeda dalam idealisme saja. Berdasarkan usia kerja maka didapatkan data bahwa ada 10 orang yang dibawah 14 tahun. Dengan demikian lebih dari 80 persen, tenaga pendidik yang ada adalah tenaga pendidik yang berpengalaman.

Ditinjau dari jarak tempat tinggal tenaga pendidik dengan sekolah, maka sebagian besar kurang dari 10 km, hanya ada 3 orang yang lebih dari 10 km. Kedekatan tempat tinggal dengan sekolah diharapkan akan semakin memperkuat pengabdian dan semangat kerja. Hal ini dikarenakan setelah kegiatan belajar mengajar kokurikuler dilanjutkan dengan esktrakokurikuler, sehingga dari pagi sampai dengan sore sekolah selalu ada kegiatan belajar mengajar.

 Kondisi Peserta Didik

Peserta didik mencapai 790 dengan jumlah pria 376 orang dan wanita 414 orang. Pendaftar ditahun 2013/2014 tercatat sebanyak 457 orang dan yang diterima sebanyak 288 orang. Para pendaftar sebagian besar mendaftar di SMP Negeri 2 Purbalingga setelah melakukan pertimbangan terlebih dahulu, yaitu kemungkinan bila mendaftar di SMP Negeri 1 Purbalingga dan SMP Negeri 3 Purbalingga akan sangat kecil diterima. Berdasarkan pendaftar yang ada, sebagian besar berasal dari sekolah dasar yaitu 422 orang dan sisanya berasal dari MI.

Ditinjau dari keadaan sosial ekonomi siswa maka dapat diperoleh data bahwa ada siswa kurang mampu yaitu sekitar 92 orang. Orang tua wali sebagian besar siswa SMP Negeri 2 Purbalingga adalah pekerja di pabrik-pabrik yang ada di Purbalingga. Jam kerja orang tua yang padat mengakibatkan mereka bertemu dengan anak-anak hanya diwaktu sore/malam sampai dengan pagi sebelum berangkat kerja. Kondisi ini tentunya kurang baik bagi perkembangan anak itu sendiri. Perhatian orang tua kepada anak mereka sangat kurang, sehingga komunikasi yang intensif kurang terjalin dengan baik. Keadaan tersebut tentu berimbas pada belajar anak itu sendiri.

 Lingkungan Sekolah

Purbalingga merupakan kota indsutri padat karya. Industri yang tumbuh berkembang di Purbalingga adalah bulu mata palsu, rambut palsu, kuku palsu, knalpot, dan berbagai jenis usaha lainya. Industri tersebut menyerap tenaga kerja yang banyak, khususnya untuk bulu mata palsu, rambut palsu, dan kuku palsu, yang sebagian besar merupakan Penanaman Modal Asing. Industri tersebut bahkan merambah ke pelosok desa dalam bentuk plasma. Jadi di desa ada pengepul bulu mata palsu, sedangkan pekerjanya tersebar dirumah-rumah penduduk. Biasanya bahan pekerjaan dibawa oleh ibu-ibu rumah tangga, tetapi tidak jarang pula anak sekolah, untuk dikerjakan dirumah dan bila sudah selesai dibawa ke pengepul.

Industri bulu mata, rambut, dan kuku palsu memang menguntungkan secara ekonomi, karena meningkatkan penghasilan masyarakat. Akan tetapi dilain pihak membawa dampak pada terganggunya fokus belajar dan motivasi siswa. Disamping itu perhatian orang tua terhadap anak, baik pendidikannya atau yang lain juga berkurang. Berkurangnya perhatian dapat dipahami, karena waktu orang tua cukup tersita dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi.

 Permasalahan

Berangkat dari kondisi sekolah yang demikian maka setidaknya ada beberapa permasalahan yaitu:

  1. Bagaimana mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana sekolah dalam kegiatan belajar dan mengajar?
  2. Bagaimana menjaga dan meningkatkan idealisme dna kompetensi tenaga pendidik di SMP Negeri 2 Purbalingga?
  3. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa SMP Negeri 2 Purbalingga?
  4. Bagaimana menjalin kerjasama dengan orang tua siswa SMP negeri 2 Purbalingga untuk bersama-sama dengan sekolah membimbing siswa agar lebih baik dalam belajar?

 Solusi Permasalahan

  • Mengoptimalkan penggunaan sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana yang ada merupaka sesuatu yang membantu dalam mencapai tujuan pendidikan disekolah. Untuk itu penggunaan secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar perlu ditingkatkan. Usaha tersebut dapatditempuh dengan cara:

1.1  Melakukan revitalisasi ruangan

2.1  Pemenuhan petugas di ruang-ruang tertentu

3.1  Pengadaan jadual yang terprogram

4.1  Pelatihan bagi petugas di ruang tertentu (Lab IPA, Lab komputer, Perpustakaan, dst) sesuai dengan bidangnya

5.1  Bila dimungkinkan mengadakan ruang baru untuk keperluan Lab IPS, aula, dan ruang olah raga)

  • Meningkatkan idealisme dan kompetensi tenaga pendidik

Ada beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan idealisme dan kompetensi tenaga pendidik di lingkungan SMP Negeri 2 Purbalingga. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya :

2.1  Mengirimkan tenaga pendidik untuk mengikuti diklat kurikulum 2013

2.2  Mengirimkan tenaga pendidik untuk menngikuti workshop, seminar, pelatihan yang menunjang peningkatan kompetensi

2.3  Melaksanakan In House Training tentang berbagai model-model pembelajaran

2.4  Melaksanakan In House Training tentang pengembangan perangkat pembelajaran

2.5  Mengadakan workshop tentang berbagai macam penilaian belajar

2.6  Mengadakan hypnoteaching

  • Menumbuhkan motivasi siswa

Siswa  yang berasal dari berbagai macam latar belakang sosial ekonomi, tempat tinggal, dan motivasi awal yang berbeda sebaiknya dilakukan beberapa kegiatan untuk menumbuhkan motivasi belajar. Kegiatan tersebut dapat berupa:

3.1  Mengadakan Persami dengan disisipi acara ESQ bagi siswa

3.2  Mengadakan hypnotherapi

3.3  Mengadakan bakti sosial

3.4  Mengadakan sholat berjamaah dan sholat dhuha

3.5  Mengadakan jumat religius

3.6  Melakukan penanaman motivasi disetiap saat

  • Menjalin komunikasi dengan orang tua siswa

Dalam usaha menjalin komunikasi dengan orang tua siswa perlu diadakan kegiatan antara lain :

4.1  Melakukan pertemuan intensif dengan orang tua siswa minimal 2 kali setiap semester

4.2  Mengadakan piket orang tua siswa, sehingga orang tua siswa dapat melihat keadaan anaknya disekolah

4.3  Menggunakan media sosial dan pemancar radio sekolah sebagai media komunikasi dengan orang tua siswa

Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui begitu kompleksnya permasalahan yang ada di SMP Negeri 2 Purbalingga. Permasalahan yang ada dapat diatasi apabila ada kerjasama berbagai pihak karena pada hakekatnya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

Daftar Pustaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s