Entrepreneur dalam Pendidikan (bag. 2)


Tulisan kedua ini masih menyoroti tentang entrepreneur dalam pendidikan. Tulisan yang pertama menitikberatkan pada potensi akademik yang dimiliki oleh institusi pendidikan sebagai modal untuk menarik “klien”. Potensi tersebut dioptimalkan sehingga menjadi daya tarik, misalnya unggul dalam prestasi akademik peserta didik, unggul dalam prestasi pengajar, menjadi sekolah yang dijadikan rujukan masyarakat (baca: favorit).

Berbeda dengan tulisan pertama, pada bagian kedua penulis menitikberatkan pada pembentukan suatu Badan Usaha Dana yang dimiliki sekolah, untuk selanjutnya penulis singkat menjadi  BUDS (Badan Usaha Dana Sekolah). Pada setiap institusi pendidikan, khususnya sekolah, memiliki kelembagaan Koperasi Sekolah. Optimalisasi peran Koperasi Sekolah sebagai sarana pembelajaran bagi peserta didik sedikit banyak sudah dilakukan, biasanya dengan melibatkan peserta didik sebagai pramuniaga. Namun demikian peran koperasi sekolah sebenarnya masih bisa digali lagi dengan koperasi sekolah yang all out. Hal ini berarti koperasi sekolah benar-benar dapat digunakan sebagai salah satu BUDS yang mengahsilkan keuntungan secara finansial.

Optimalisasi tersebut hendaknya meliputi pelayanan terhadap masyarakat sekitar, sehingga keuntungan secara komersial juga diharapkan lebih baik lagi. Beberapa sekolah, khususnya SMK, telah melakukan hal tersebut. Peserta didik yang terlibat juga sudah terlibat secara intensif didalamnya, termasuk dalam bidang administrasi koperasi tersebut.

Disamping koperasi sekolah, BUDS yang lain adalah Kantin Sekolah. Optimalisasi kantin sekolah perlu dilakukan. Kantin dengan model “food court” modern satu pintu pembayaran akan menambah “performance” yang elegan, bersih, dan menarik. Perlu juga dipikirkan untuk membuka kantin “go public” dalam arti sempit, yaitu menerima pengunjung diluar keluarga besar sekolah.

BUDS yang selanjutnya adalah penyewaan. Pada beberapa sekolah tertentu ada yang sudah memiliki aula, peralatan musik, group band, dan lainnya. Keuntungan komersial dapat didapatkan dengan cara melakukan usaha sewa gedung/ruang aula untuk keperluan umum, sewa studio musik, atau pengiriman group band untuk acara-acara yang bersifat komersil. BUDS penyewaan ini tentu dengan prosedur ketat, mengingat semua sarana dan prasarana tersebut merupakan milik negara. Peserta didik juga dapat dilibatkan sebagai media pembelajaran entrepreneur sekaligus laboratorium “life skill” yang bisa diterapkan (bisa juga dijadikan referensi) saat peserta didik lulus.

BUDS (Badan Usaha Dana Sekolah) merupakan suatu terobosan dalam pengelolaan keuangan sekolah untuk mendapatkan “income” sekaligus sebagai media pembelajaran bagi peserta didik tentang “realitas hidup”. Pembelajaran tersebut akan menjadi bekal bagi peserta didik setelah lulus nanti. Harapan yang ada adalah munculnya entrepreneur-entrepreneur yang handal dikemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s